Sabtu, 20 Agustus 2011

PERILAKU DALAM BERORGANISASI


IKLIM DAN MODEL PRILAKU DALAM BERORGANISASI

Empat variabel model prilaku individu  yang mempengaruhi iklim dalam  berorganisasi :

1.      Karakteristik Biografis : Pengaruh Karakteristik pribadi seperti  umur, jenis kelamin, dan status perkawinan,  banyaknya  tanggungan,  dan masa kerja yang objektif serta tingkat kemampuan dalam menyelesaikan sesuatu
2.      Usia  atau umur berpengaruh terhadap :
·         Tingkat Pengunduran Diri : Semakin Tua Usia maka tingkat pengunduran dirinya semakin rendah.
·         Tingkat Keabsenan :  Semakin tua biasanya tingkat keabsenannya rendah tetapi ada yang sebaliknya, hal ini berkaitan dengan kamangkiran.
·         Tingkat Produktivitas :Usia bertambah biasanya produktivitasnya turun tetapi hal itu bisa ditutupin dengan pengalaman yang cukup lama
·         Tingkat Kepuasan Kerja : Hubungan dengan karyawan profesional artinya semakin bertambah usia tingkat kepuasan kerja tinggi
3.     Jenis Kelamin :  berpengaruh terhadap tingkat keabsenan, tingkat keabsenan wanita lebih tinggi daripada pria, hal ini dikarenakan fungsi dan tanggung jawab wanita sebagai ibu rumah tangga. 
4.     Status  Perkawinan : berpengaruh terhadap tingkat pengunduran diri dan keabsenan, bagi wanita tingkat pengunduran diri dan keabsenannya  lebih rendah daripada laki2 karena adanya tugas2 baru wanita setelah menikah. 
5.    Masa Kerja : Berpengaruh terhadap tingkat keabsenan dan pengunduran diri misalnya karyawan senior lebih rendah tingkat absensi dan pengunduran dirinya daripada karyawan junior .
6.    Kemampuan : kapasitas individu dalam melaksanakan  berbagai macam tugas dalam pekerjaan tertentu.

Ada 2 faktor kemampuan :
  • Kemampuan Intelektual : Merupakan Kemampuan untuk melaksanakan kegiatan mental seperti kemampuan verbal, kemampuan penalaran, kemampuan konseptual, kemampuan pemahaman.
  • Kemampuan Fisik : Merupakan kemampuan untuk manjalankan tugas yang menuntut stamina, keterampilan, kekuatan dan karakteristik

Pembelajaran
-        Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

-        Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari.

Untuk menjelaskan proses harus melakukan pola-pola perilaku :
  • Pengkondisian Klasik : Suatu tipe pengkondisian di mana seorang individu menanggapi beberapa rangsangan yang tidak akan selalu menghasilkan respons semacam itu.
  • Pengkondisian Operan : Suatu tipe pengkondisian dalam mana perilaku      sukarela yang diinginkan menghantar ke suatu ganjaran atau mencegah suatu hukuman.
  • Pembelajaran Sosial : Suatu perpanjangan dari pengkondisian operan  yaitu mengandaikan perilaku sebagai fungsi dari  konsekuensi dan mengakui pentingnya eksistensi pembelajaran observasional.

Pembentukan Perilaku
-          Agar seseorang dapat mengembangkan perilaku memperkuat secara sistematis tiap langkah berurutan yang menggerakkan seorang individu lebih mendekati respons yang diinginkan.
  
Ada 4 cara untuk membentuk perilaku yaitu :
  • Penguatan Positif : Respons terhadap sesuatu yang menyenangkan.
  • Penguatan Negatif : Bila tanggapan diikuti oleh penghentian atau penarikan sesuatu yang tidak menyenangkan
  • Hukuman : Mengakibatkan suatu kondisi yang tidak menyenangkan dalam upaya  menyingkirkan suatu perilaku yang tidak diinginkan.
  • Pemusnahan : Menyingkirkan penguatan apa saja yang mempertahankan     suatu perilaku.


SUMBANGAN BEBERAPA BIDANG ILMU TERHADAP PRILAKU ORGANISASI

Sumbangan Beberapa Bidang Ilmu Terhadap Prilaku Keorganisasian

  • Psikologi (psychology) adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur,menjelaskan dan terkadang merubah prilaku manusia dan mahluk lain.

  • Konsep psikologi industri/organisasi :
    • Kontribusinya dulu fokus kepada permasalahan rasa lelah, capek, bosan yang dapat menghalagi kinerja yang efesien
    • Kontribusinya diperluas mencakup pengetahuan, persepsi, kepribadian, emosi, pelatihan keefektifan, kepemimpinan, kebutuhan dan kekuatan motivasional, kepuasan kerja, penghargaan kinerja, seleksi karyawan, dan stress pekerjaan.

Fungsi psikologi sebagai ilmu
Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu :
  • Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif.
  • Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.
  • Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasiatau perawatan.
Pendekatan perilaku
·         Pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S - R atau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali.

Pendekatan kognitif
·         Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.

Pendekatan psikoanalisa yang dikembangkan oleh Sigmund Freud
 
·         Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.

Pendekatan fenomenologi
·         Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subjektif  individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

Kajian psikologi
  • Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam  dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi  pada perbatasannya dengan ilmu sosial.
Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:
1.      Psikologi perkembangan
  • Studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi soail. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian , karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu  tersebut
2.      Psikologi sosial
  • Psikologi Sosial  adalah memadukan konsep dari psikologi dan sosiologi, berfokus pada pengaruh seseorang terhadap individu lainnya.
Psikologi sosial mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :
·         studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi, proses belajar, atribut(sifat).
·         studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain.
·         studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi, hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan.
3.     Psikologi kepribadian
  • Bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.
4.      Psikologi kognitif
  • Bidang  studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: peraepsi, proses belajar, kemampuan,  memori, atensi, kemampua bahasa dan emosi.
5.      Sosiologi (sociology) adalah studi tentang manusia dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan kultur mereka
-          Contohnya kultur organisasi, struktur dan teori organisasi formal, teknologi organisasi, komunkasi dan kekuatan dan konflik

ANTROPOLIGI
·         Antropologi adalah suatu studi ilmu yang mempelajari tentang aktivitas-aktivitas manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya.
·         Antropologi adalah istilah kata bahasa Yunani yang berasal dari kata anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan logos memiliki arti cerita atau kata.
·         Objek dari antropologi adalah manusia di dalam masyarakat suku bangsa, kebudayaan dan prilakunya. Ilmu pengetahuan antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri.

Macam-Macam Jenis Cabang Disiplin Ilmu Antropologi :
1.    Antropologi Fisik
-          Paleoantrologi adalah ilmu yang mempelajari asal usul manusia dan evolusi manusia dengan meneliti fosil-fosil.
-          Somatologi adalah ilmu yang mempelajari keberagaman ras manusia dengna mengamati ciri-ciri fisik.

2.    Antropologi Budaya
-         Prehistori adalah ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan budaya manusia mengenal tulisan.
-         Etnolinguistik antrologi adalah ilmu yang mempelajari suku-suku bangsa yang ada di dunia / bumi.
-         Etnologi adalah ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia di dalam kehidupan masyarakat suku bangsa di seluruh dunia.
-         Etnopsikologi adalah ilmu yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang pada konsep psikologi.
-         Di samping itu ada pula cabang ilmu antropologi terapan dan antropologi spesialisasi. Antropology spesialisasi contohnya seperti antropologi politik, antropologi kesehatan, antropologi ekonomi, dan masih banyak lagi yang lainnya.


PERSEPSI
  • Persepsi adalah suatu proses dimana seseorang melakukan pemilihan, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian atas informasi yang diterimanya dari lingkungan.
  • Persepsi merupakan suatu proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungannya.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI :
         Karakteristik yang Mempersepsikan (Characteristics of the perceiver)
         Karakteristik yang dipersepsikan (Characteristics of the perceived)
         Kontek Situasi ( Situation Context)

Konsep Persepsi
-          Persepsi Seseorang artinya bagaimana persepsi yang dibuat oleh individu tentang individu yang lainnya.
-          Persepsi seseorang ini dipengaruhi oleh : 
  • Homo volens : manusia adalah mahluk yang berkeinginan atau memiliki keinginan. 
  • Dalam diri manusia semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang    tersembunyi (pikiran) disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya baik yang  kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa dengan mudah kita aksesdan ada yang sulit kita akses untuk dibawa ke alam bawah sadar. 
  • Di alam bawah sadar individu  terdapat  dua struktur mental yang bisa diibaratkan sebagai gunung es dari kepribadian kita, yaitu: 
·          Id, atau yang disebut primary process thingking atau yang   dikenal dengan EQ (Emotional Quotient) yaitu berisi energi psikis, yang hanya memikirkan kesenangan semata.
·         Superego, atau yang dikenal dengan SQ (Spiritual    Quotient ) yaitu berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial  yang diserap individu dari lingkungannya.
·         Ego, atau yang disebut secondary process thingking atau yang dikenal dengan IQ ( Inteligents Quotient ) yaitu sebagai  pengawas realitas.

Adanya Teori Hubungan
-          Artinya suatu usaha ketika individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal
1.      Prilaku yang disebabkan secara internal adalah prilaku yang dipengaruhi oleh kendali pribadi seorang individu.
2.      Prilaku yang disebabkan secara eksternal adalah prilaku yang dipengaruhi oleh sebab – sebab dari luar pribadi individu seperti individu  dipaksa untuk berprilaku demikian oleh situasi.

Persepsi Selektif
  • Persepsi selektif adalah menginterprestasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman dan sikap seseorang
  • Misalnya kita hanya memperhatikan sesuatu yang sama dengan apa yang kita miliki

Efek Halo
  • Sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik.
  • Misalnya kepandaian, atau penampilan seperti mahasiswa memberikan penilaian terhadap dosen mereka .

Efek Kontras
  • Efek kontras adalah eveluasi tentang karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui, yang mendapatkan nilai lebih tinggi atau lebih rendah untuk karakteristik yang sama.
  • Misalnya seorang pelamar yang memiliki kemampuan menengah  mendapatkan evaluasi yang kurang baik dibandingkan dengan pelamar yang memiliki kemampuan yang yang lebih unggul darinya.
Proyeksi
  • Perilaku-perilaku proyeksi adalah perilaku yang muncul dari sikap ketidak jujuran, malu akan kelemahannya, malu akan kebodohannya, malu akan ketidak bisaannya.
  • Misalnya Seseorang yang gagal memperoleh tender, ia menyalahkan kontraktor lain berbuat curang.
Pembentukan Stereotip
  • Pembentukan stereotip artinya menilai seseorang berdasarkan persepsi tentang kelompok di mana ia bergabung.
  • Misalnya  : Lulusan lembaga pendidikan atau perguruan tinggi tertentu lebih diterima dari pada lembaga pendidikan atau perguruan tinggi lainnya.


Konsep Sikap dan Kepuasan Kerja
  • Sikap adalah kecenderungan bertindak, berpersepsi, berpikir, dan merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi, atau nilai. Sikap bukan perilaku, tetapi merupakan kecenderungan untuk berperilaku dengan cara-cara tertentu terhadap objek sikap.
  • §Sikap adalah keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya. Selain itu sikap juga memberikan kesiapan untuk merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek atau situasi.
Ada tiga komponen yang secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude) yaitu : 

Kognitif (cognitive)
  • Merupakan aspek intelektual, yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia, berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi obyek sikap. Sekali kepercayaan itu telah terbentuk maka ia akan menjadi dasar seseorang mengenai apa yang dapat diharapkan dari obyek tertentu. (segmen opini atau keyakinan dari sikap).
·        Afektif (affective)
  • Merupakan aspek emosional dari faktor sosio psikologis, didahulukan karena erat kaitannya dengan pembicaraan sebelumnya, aspek ini menyangkut masalah emosional subyektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki obyek tertentu.
·        Konatif (conative)
  • Komponen aspek vohsional, yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak. Komponen konatif atau komponen perilaku dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku dengan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapi.

Nilai
-          Nilai  adalah sesuatu yang berharga, bermutu atau untuk menunjukan sesuatu yang berkualitas, menunjukan sesuatu yang berguna
sifat – sifat nilai :
1.    Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia.
  • Misalnya, orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran adalah nilai,tetapi kita tidak bisa mengindra kejujuran itu. Yang dapat kita indra adalah kejujuran itu.
2.    Nilai memiliki sifat normatif : nilai mengandung harapan, cita-cita, dan suatu keharusan sehingga nilai nemiliki sifat ideal
  • Misalnya, nilai keadilan. Semua orang berharap dan mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilai keadilan.

Fungsi Nilai :
o   Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator dan manusia adalah pendukung nilai. 
o   Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya.  
o   Misalnya, nilai ketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwaan.

Kepuasan Kerja
  • Kepuasan kerja adalah perasaan yang menyokong atau tidak menyokong dalam diri sesorang yang berhubungan dengan pekerjaan maupun kondisi dirinya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
  1. Pekerjaan itu sendiri (Work It self),Setiap pekerjaan memerlukan suatu keterampilan tertentu sesuai dengan bidang nya masing-masing.
  2. Atasan(Supervision), atasan yang baik berarti mau menghargai pekerjaan bawahannya
  3. Teman sekerja (Workers), Merupakan faktor yang berhubungan dengan hubungan antara pegawai dengan atasannya dan dengan pegawai lain, baik yang sama maupun yang berbeda jenis pekerjaannya.
  4. Promosi(Promotion),Merupakan faktor yang berhubungan dengan ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh peningkatan karier selama bekerja.
  5. Gaji/Upah(Pay), Merupakan faktor pemenuhan kebutuhan hidup pegawai yang dianggap layak atau tidak.

Aspek-aspek yang terdapat dalam kepuasan kerja :
  1. Kerja yang secara mental menantang,Kebanyakan Karyawan menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka kesempatan untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan mereka dan menawarkan tugas, kebebasan dan umpan balik mengenai betapa baik mereka mengerjakan.
  2. Ganjaran yang pantas, Para karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi yang mereka persepsikan sebagai adil,dan segaris dengan pengharapan mereka.
  3. Kondisi kerja yang mendukung,Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas.
  4. Rekan kerja yang mendukung, Orang-orang mendapatkan lebih daripada sekedar uang atau prestasi yang berwujud dari dalam kerja. 
  5. Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan, Pada hakikatnya orang yang tipe kepribadiannya kongruen (sama dan sebangun) dengan pekerjaan yang mereka pilih seharusnya mendapatkan bahwa mereka mempunyai bakat dan kemampuan yang tepat untuk memenuhi tuntutan dari pekerjaan mereka

Efek Kepuasan Kerja pada Kinerja Karyawan
            1.Kepuasan dan produktifitas
            2.Kepuasan dan kemangkiran
            3.Kepuasan dan tingkat keluarnya karyawan
Bagaimana Karyawan dapat Mengungkapkan Ketidakpuasan
            1.Eksit (exit)
            2.Suara (voice)
            3.Kesetiaan (loyalty)
            4.Pengabaian (neglect)

Konsep stress
  • Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada tuntutan, atau kondisi yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting.
  • Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat.
Sumber-sumber potensi stres

Faktor lingkungan :

Selain memengaruhi desain struktur sebuah organisasi, ketidakpastian lingkungan juga memengaruhi tingkat stres para karyawan dan organisasi. Perubahan dalam siklus bisnis menciptakan ketidakpastian ekonomi, misalnya, ketika ekonomi memburuk orang merasa cemas terhadap kelangsungan pekerjaannya.

Faktor organisasi :

Banyak faktor di dalam organisasi yang dapat menyebabkan stres. Tekanan untuk menghindari kesalahaan atau menyelesaikan tugas dalam waktu yang mepet, beban kerja yang berlebihan, atasan yang selalu menuntut dan tidak peka, dan rekan kerja yang tidak menyenangkan adalah beberapa di antaranya. Hal ini dapat mengelompokkan faktor-faktor ini menjadi tuntutan tugas, peran, dan antar pribadi.

Pengaruh Stress
  • Kontruktif : stress yang memberikan dampak positif atau yang bersifat membangun seperti kemampuan adaptasi, tingkat performance yang tinggi.
  • Destruktif : stress yang memberikan dampak negatif atau merusak jika tidak adanya daya tahan mental individu terhadap beban yang dirasakan
Gejala – Gejala Stress : 
  • Gejala  Fisik seperti nafas memburu, mulut & kerongkongan kering, tangan lembab, merasa panas, otot menegang, gangguan pencernaan, sakit kepala dan gelisah.
  • Gejala Prilaku Umum seperti  Perasaan  cemas, sedih, jengkel, mudah tersinggung, salah paham, tidak menarik dan tidak bersemangat, merasa tidak berharga mengakibatkan kesulitan dalam berfikir, konsentrasi, sulit dalam mengambil keputusan, hilangnya minat terhadap orang lain, hilangnya kreatifitas dan hilangnya gairah dalam berpenampilan.
  • Gejala ditempat Kerja seperti kepuasan kerja rendah, kinerja menurun, komunikasi tidak lancar, kreatifitas dan inovasi menurun, serta bergulat pada tugas – tugas yang tidak produktif.

Kondisi dan situasi Pekerjaan :
-       Beban kerja berlebihan secara kuantitatif
-       Beban kerja berlebihan secara kualitatif
-       Keputusan yang dibuat oleh seseorang
-       Bahaya fisik
-       Jadwal bekerja

Kondisi atau konsekuensi yang akan muncul :
  1. Kelelahan mental dan/atau fisik
  2. Kelelahan yang amat sangat dalam bekerja
  3. Meningkatnya kesensitivan dan ketegangan

Pekerjaan
  • Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering dianggap sinonim dengan profesi.
Pekerjaan meliputi :
  • Struktur yang kaku dan tidak bersahabat
  • Pertempuran politik
  • Pengawasan dan pelatihan yang tidak seimbang
  • Ketidakterlibatan dalam membuat keputusan

Job requirement seperti status pekerjaan dan karir yang tidak jelas
  • Promosi ke jabatan yang lebih rendah dari kemampuannya
  • Promosi ke jabatan yang lebih tinggi dari kemampuannya
  • Keamanan pekerjaannya
  • Ambisi yang berlebihan sehingga mengakibatkan frustrasi
Kondisi atau konsekuensi yang ditimbulkan :
  • Menurunnya produktivitas
  • Kehilangan rasa percaya diri
  • Meningkatkan kesensitifan dan ketegangan
  • Ketidakpuasan kerja

Hubungan Interpersonal :
  • Hasil kerja dan sistem dukungan sosial yang buruk
  • Persaingan politik, kecemburuan dan kemarahan
  • Kurangnya perhatian manajemen terhadap karyawan
  • Mencampurkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi
  • Kurangnya dukungan dari pasangan hidup
  • Konflik pernikahan
  • Stres karena memiliki dua pekerjaan
Kondisi atau konsekuensi yang ditimbulkan :
  • Meningkatnya ketegangan
  • Meningkatnya tekanan darah
  • Ketidakpuasan kerja
  • Meningkatnya konflik dan kelelahan mental
  • Menurunnya motivasi dan produktivitas
  • Meningkatnya konflik pernikahan



^_^  ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar